Pertemuanku dengannya sungguh merubah pandanganku tentang hidup. Satu hari menghabiskan waktu bersamanya memberikan banyak hal baru, menyadarkanku bahwa aku tidak sendirian. Bercerita, berbagi pengalaman, hingga meruntuhkan setiap bata yg sudah rapi tersusun dan tertutup rapat. Pertahananku lemah. Aku mulai mencintainya. Dia adalah wanita kedua setelah ibuku dalam hidupku dimana aku siap mati untuknya. Dia adalah wanita dimana aku tak rela untuk kehilangannya. Berbekal fakta dengan hanya butuh 8 jam aku bisa mencintainya begitu dalam, membuatku mengutuk diri mengapa aku bisa selemah ini. Tapi apakah jatuh cinta adalah sebuah kelemahan? Apabila jatuh cinta adalah sebuah kelemahan, maka aku rela agar kelemahan ini tak pernah diangkat dariku selamanya. Jangan pernah berani berkata nyaman apabila kamu belum memastikan apakah itu cinta atau sekedar suka. Karena banyak orang yang merasa patah hatinya hingga mengutuk diri dan menyalahkan orang lain hanya karena menyukai. Cinta tak ...