Langsung ke konten utama

Pertemuan Pertama yang Kedua

Pertemuanku dengannya sungguh merubah pandanganku tentang hidup. Satu hari menghabiskan waktu bersamanya memberikan banyak hal baru, menyadarkanku bahwa aku tidak sendirian. Bercerita, berbagi pengalaman, hingga meruntuhkan setiap bata yg sudah rapi tersusun dan tertutup rapat. 

Pertahananku lemah.

Aku mulai mencintainya.

Dia adalah wanita kedua setelah ibuku dalam hidupku dimana aku siap mati untuknya. Dia adalah wanita dimana aku tak rela untuk kehilangannya. Berbekal fakta dengan hanya butuh 8 jam aku bisa mencintainya begitu dalam, membuatku mengutuk diri mengapa aku bisa selemah ini.

Tapi apakah jatuh cinta adalah sebuah kelemahan? Apabila jatuh cinta adalah sebuah kelemahan, maka aku rela agar kelemahan ini tak pernah diangkat dariku selamanya. 

Jangan pernah berani berkata nyaman apabila kamu belum memastikan apakah itu cinta atau sekedar suka. Karena banyak orang yang merasa patah hatinya hingga mengutuk diri dan menyalahkan orang lain hanya karena menyukai. Cinta tak perlu memiliki, biar itu bersemayam dalam hati yang terdalam hingga pada akhirnya dia akan meluap dengan sendirinya. 

Sambil mengepulkan asap sembari meneguk beberapa kali bintang dingin kami bercerita akan satu sama lain seakan kami sudah berteman begitu lama. 

Keluargamu, lingkar pertemananmu, pergumulanmu, asmaramu, disetiap cerita yang kamu sampaikan membuatku mengerti betapa mengerikannya hidup yg kamu jalani selama ini. Semakin tenggelam kamu bercerita, semakin terperosok aku didalamnya. Hingga pada suatu titik ceritamu, membuatku bertekad untuk tidak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi.

Malam itu begitu dingin, alam meniupkan nafasnya begitu kencang. Kepulan asap rokok dan teh manis panas seakan tidak berkuasa atas dinginnya alam hingga pada akhirnya kamu kembali memulai berbicara menyampaikan kesahmu akan dunia. Kehangatanpun tercipta oleh panasnya hati yg kita rasakan. Pada akhirnya, dibawah bulan dan ribuan bintang aku berdoa agar Tuhan bersedia untuk menghentikan waktu supaya aku bisa terus bersamanya, selamanya. 

Pada pertemuan pertama yang kedua, aku jatuh cinta padamu.

Aku mencintaimu, meski aku tahu aku tidak akan bisa memilikimu.

Komentar